Beragam budaya di Jawa Barat memiliki sejarahnya masing-masing sesuai daerah sehingga tradisi khas tiap daerah pun terbentuk. Salah satunya adalah Kabupaten Kuningan. Seren Taun selalu diadakan di tiap taun di beberapa desa di Kabupaten Kuningan, khususnya di penduduk Desa Cigugur.

Seren Taun sendiri memiliki kata dari Basa Sunda yaitu "seren" yang berarti serah, seserahan, atau menyerahkan. Sedangkan "taun" yang berarti tahun. Seren Taun adalah tradisi warga Kabupaten Kuningan yang selalu dilakukan ketika ada pergantian tahun sebagai bentuk bersyukur kepada Maha Pencipta atas segala hasil pertanian di tiap tahunnya. Di sisi lain tradisi ini pun mengharap penghasilan pertanian yang lebih baik lagi di tahun berikutnya.

Semakin berkembangnya tradisi Seren Taun, diketahui bahwa tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh penduduk Desa Cigugur saja tetapi juga di Desa Ciptagelar dan Cisolok. Di luar Kabupaten Kuningan sendiri, tradisi Seren Taun ternyata dilakukan jga oleh penduduk Desa Pasir Eurih Bogor, Desa Kenekes Lebak Banten, dan Kampung Naga Tasikmalaya.

Walaupun beberapa daerah di Jawa Barat melakukan tradisi Seren Taun, Kabupaten Kuningan seolah menjadi awal mula tradisi Seren Taun karena tradisi ini selalu dijaga dan dilakukan. Sebelum melakukan tradisi upacara Seren Taun, biasanya warga melakukan Tari Buyung terlebih dahulu yang menceritakan tentang gadis-gadis Desa Cigugur yang sedang mengambil air di sungai.