Asian African Carnival (AAC) pertama kali dibuat dan diinisiasikan dalam "Calender of Event" pada tahun 2015 oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung sebagai satu cara menonjolkan potensi dari kegiatan-kegiatan pariwisata yang dimiliki Kota Bandung sekaligus memperkenalkan Kota Bandung kepada wisatawan domestik maupun internasional.

Berawal dari sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tahun 1955 di Gedung Merdeka, acara AAC ini pun ingin mengingatkan kembali betapa eratnya solidaritas 29 negara se-Asia Afrika. KAA juga mengingatkan kita kepada awal mula terbentuknya Dasasila Bandung (1955) sampai kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok (1961).

Semua negara yang terlibat terhadap sejarah KAA datang dan ikut memeriahkan acara AAC dalam puncak acara karnaval dengan mempromosikan kebudayaan negaranya masing-masing di Jalan Asia Afrika. Dalam kesempatannya, Kota Bandung yang mengklaim sebagai "The Capital of Asia Africa" mempromosikan jajaran kuliner khas nasional khususnya kuliner Kota Bandung serta kebudayaan nasional.

Kesuksesan rangkaian acara AAC yang dibuat dalam 1 minggu di Kota Bandung, dijadikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung sebagai acara rutin "Calender of Event" di tiap tahunnya. Adapun harapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung dari acara ini adalah demi terciptanya kerjasama yang berkesinambungan antara unsur masyarakat dan stakeholders pariwisata demi terciptanya perkembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Berminat untuk ikut memeriahkan acara Asian African Carnival selanjutnya dan menyaksikan hubungan solidaritas antar 29 negara se-Asia Afrika?